Rabu, 31 Oktober 2012

Selamat Malam Beno....dan Selamat Tidur




This is just a time for one innocent dinner .Nasi goreng Jalan Sabang yang harganya cuma ceban itu . Aku segera memasuki lift ,berdiri disamping Beno . Pria itu melirikku sekilas sebelum tersenyum simpul .
“Gampang banget Lex “ , ucapnya . Tampaknya Beno berusaha menghilangkan kecanggunganku akan ajakan makan malamnya .
“Apanya yang gampang?” .
“Kamu itu gampang banget diajak makan malam ma aku. Masih cinta ya ma aku ” , kerlingnya . Aku menatapnya sewot . Kalau cuma gara-gara ini kepalanya jadi sebesar itu , sebaiknya aku batalkan saja  acara kami ini .
“Kalau kamu mikir kayak gitu , mending aku langsung pulang aja Ben . Kamu makan aja sendiri disana!” .
“Ehhh...jangan dong......jangan dibatalin kencan kita ini , kapan lagi kita kencan Lex ....” , Beno langsung merajuk sambil meraih tanganku .
“Aku minta maaf ya kalo kamu marah , tapi aku pengen kita tetep makan malam ya Lex” , pintanya memelas . Aku menatap matanya , heran . Tak biasanya Beno bersikap seperti ini .
“Plissss Lex “ , Beno memohon lagi . Aku menghela nafas kemudian mengangguk , tak sampai hati menolaknya .
Begitu keluar dari lift , kami segera berjalan menghampiri mobil Beno yang diparkir tak jauh dari pintu lift . Beno membukakan pintu untukku , setelah itu dia segera masuk ke mobil dan duduk dibelakang kemudi . Tak lama keudian kami sudah meluncur menuju Jalan Sabang .
“Kamu tahu Lex , aku kangen makan bareng ma kamu di nasgor Sabang itu . Rasanya udah lamaaaa sekali sejak terkahir kalinya kita makan bareng disitu “ . Mendengar kata-katanya , aku menatap kearah Beno dan memandanginya dengan penuh selidik .
“Kamu gak abis minum kan Ben?” , tanyaku spontan .
“Gak Lex , emang kenapa?” , Beno balas menatapku dengan wajah heran . Aku menggeleng dan kembali memandangi jalanan didepan sana . Mendengarkan celotehan Beno dan berfikir bagaimana Pak Dokter yang satu itu bisa menjadi se-cerewet ini . Tak lama kami pun sampai di nasi goreng Jalan Sabang . Beno kembali membukakan pintu mobilnya untukku . Bukannya aku tak suka dengan semua keanehannya malam ini , hanya saja mungkin aku sudah terbiasa dengan sikap dinginnya Beno dan aku belum terbiasa bila dia menjadi ramah .
“Kamu pesenin dulu ya Lex!Aku mau nyari tempat parkir dulu” ,Beno lalu bergegas memasuki mobil kembali , tetapi tiba-tiba dibukanya kaca mobil didekatku .
“Aku cinta kamu selalu Lex!” , ucapnya sambil tersenyum , kemudian melajukan mobilnya .
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mendengar kata-katanya barusan , sambil berjalan ke warung nasgor . Memesan dua porsi nasi goreng dan segera duduk di meja terdekat sambil menunggu Beno sambil memandangi jalanan didepan . Sepertinya sudah lima menit yang lalu Beno mencari tempat parkir dan dia masih belum saja kembali .
“Awas aja kalo dia ngerjain aku, ninggalin aku disini!” , omelku bertepatan dengan dering ponsel didalam tasku . Wina .
“Kenapa Win? Riza udah dateng kan?”, sapaku .
“Lex....Lex....lu yang sabar yaaaa Lex....” . Aku mengernyit heran mendengar suaranya . Sepertinya Wina sedang menangis saat meneleponku .
“Lu kenapa Win?” .
“Beno Lex.....Beno.....” .
“Iya kenapa Beno?” .
“Beno meninggal Lex , kecelakaan mobil jam setengah sebelas tadi waktu dia pulang dari rumah sakit......” , selesai mengatakan itu  tangis Wina meledak .
“Lu jangan becandain gue deh Win , orang gue barusan aja ma Beno kok!Kita ini mau makan bareng “ .
“Gue gak becanda Alex,masak gue becandain Beno udah meninggal” . Mendengar kata-kata Wina , aku segera tersadar dan berlari ke pinggir jalan . Mendapati jalanan lengang dan Beno bisa memarkirkan mobilnya dimana saja . Tapi mengapa dia pergi mencari tempat parkir yang lain lagi . Aku menghampiri tukang parkir yang biasa berjaga disana .
“Pak , maaf , tadi liat temen saya yang pake mobil item?” .
“Temen Neng?Bukannya tadi Neng kesini jalan kaki?”.
“Saya naik mobil Pak , yakin deh, mana kuat saya jalan kaki” , ucapku setengah memaksa .
“Saya yakin banget kok Neng , Neng jalan kaki kesini , karena saya tadi sempat mikir , kok Neng gak takut sih jalan kaki sendiri malem-malem “ .
Mendengar kata-kata tukang parkir itu membuat aku tersadar akan semua hal yang Beno lakukan malam ini . Mengapa sikapnya sedari tadi begitu aneh .
“Win.....tolong minta Riza jemput aku sekarang ya , di nasgor Sabang “ , pintaku lirih .
“Iya Lex, Riza kesana sekarang . Tunggu Riza ya Lex ....jangan kemana-mana” , pinta Wina . Aku mengangguk lalu menutup teleponku . Menatap kearah terakhir kali aku melihat Beno . Saat dia menurunkanku tadi dan mengatakan cinta padaku . Tak terasa airmataku menetes .
“Aku juga cinta kamu Ben.......” , ucapku lirih . Semua hal disekitarku lalu memudar dan menjadi gelap secara bersamaan . Rasanya , aku ingin tidur saja . Selamat malam Beno.....

#Halloweenika
Cerita diambil dari scenes terakhir Divortiare halaman 320

Tidak ada komentar:

Posting Komentar