Selasa, 02 Agustus 2011

cerita teman , dan perenunganku tentang pernikahan .....

Denpasar , 3 Agustus 2011


Beberapa hari ada sahabat baikku bercerita padaku , tentang bahagianya dia dengan rencana pernikahannya , dan betapa bimbangnya dia tentang pernikahannya , nah loh gimana ini , yang bener yang mana? Hehehe.....berhubung ni juga yang bikin aku merenung jadi aku coba liat dari sudut pandangku tentang pernikahan , dan setidaknya aku juga belajar untuk bersiap menghadapi pernikahanku sendiri (masih gak tau kapan , jadi doain aje!!)

Cerita pertamanya......adalah tentang pernikahannya yang sudah direncanakan kapan dan bagaimana , hari itu aku mendengar ceritanya dengan seksama , detil semuanya juga masih teringat jelas di ingatanku . Bagaimana nanti konsep pernikahan sederhana yang diinginkannya , serta segala tetek bengek lainnya . Aku juga mengingat pesanannya padaku . Hadiah itu , yang bikin aku kelabakan karen aku tak punya bakat itu sama sekali ndul! Ahhh...andai dia tahu kalau aku punya segalanya aku pasti akan membuat pernikahannya menjadi indah dan tak terlupakan . Tapi aku telah memiliki 'segalanya' bukan??
Ada iri hati yang menyelusup di diriku , aku membayangkan kapan aku bisa memikirkan rencana pernikahanku , dan bukan hanya menghayal saja . Tapi hei...ini bukan cerita tentangku jadi curcolnya ntar aja . Ada hati yang perlu diselamatkan nih! Jadi intinya cerita di hari pertamanya padaku adalah tentang kebahagiannya itu , dan aku pun ikut berbahagia untuknya!

Nah.....cerita besok harinya membuatku bingung setengah hidup , bagaimana tidak karena sepertinya dia baru bercerita ttg bahagianya dia akan menikah , dan sekarang malah bilang dia ragu-ragu...nah loh...kok bisa??? Ternyata dia ragu tentang calon suaminya ini , bukan...BUKAN dia gak mencintainya , tapi dia ragu akan dirinya sendiri , seperti itulah yang sedikit terlihat dimataku . Dia tak yakin akan dirinya sendiri . Aku tahu para pria adalah makhluk paling egois di dunia ini , dan si 'cowok itu' menginginkan banyak hal dari temanku . Terlalu banyak kalau dilihat dari sudut pandang temanku itu . Padahal aku tahu , kami sering kali berdiskusi ttg pernikahan , ttg kewajiban seorang istri nantinya , dan masih banyak lagi . Aku yakin temanku itu tahu apa saja yang harus dia lakukan nanti , tak perlu lagi 'cowok itu' menegaskannya berulang kali . Aku juga seorang wanita dan aku tahu bagaimana rasanya diminta seperti itu . Rasanya aku seperti kurang berjuang menjadi lebih baik lagi seperti yang si pria inginkan , dan itu sama sekali tidak menyenangkan , ,membuat hati lelah sekali .
Hufff......kenapa gak semua pria bisa menerima kami apa adanya , kenapa si 'cowok itu' tidak menerima temanku apa adanya , dan menghargai usaha temanku itu untuk menjadi lebih baik dengan cara mengyemangatinya , bukan menekannya . Ups maaf aku gak bermaksud menyinggung para pria .
Mungkin juga ini cobaan menjelang pernikahan mereka , Allah menguji mereka , dan membuka mata hati pikiran mereka tentang seseorang yang untuk ditakdirkan bersama sampai akhir . Bila bukan , memang bukan jodohnya dan jauhkan mereka . Bila memang , maka dekatkanlah dan lancarkanlah .
Semangat teman , semoga pernikahanmu memang sudah di depan mata .





-dinar-030811-


p.s : terkadang Allah sudah menjawab doamu , tapi jawabannya 'tidak' . Lebih buka mata , hati , dan pikiran ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar